Kamis, 16 Juli 2009

Contoh Soal Metrology challenge!2009

Telah dilaksanakan kegiatan MC!2009 (Metrology Challenge!2009) , dengan tujuan dan sasaran seperti pada posting sebelumnya.

Dikarenakan banyak yang penasaran dengan gambaran soal soal dibidang metrologi, dibawah ini akan ditunjukkan beberapa soal - khususnya soal tulis-.

Soal soal yang berkaitan dengan fisika dasar; besaran, satuan dasar, turunan dsb.

Soal soal yang berhubungan dengan dasar dasar metrologi

dan soal soal yang berhubungan dengan besaran pokok

Nah, mungkin dalam bog ini hanya dapat ditampilkan soal soal tersebut. Bagi yang menginginkan download lengkap soal soal versi lengkap bisa di unduh disini.

Untuk pembahasannya, mungkin lain kesempatan akan dibahas contoh soal soal MC!2009 diatas.

Selamat beraktifitas

Senin, 06 Juli 2009

Integrals & differentials or all mathematical problems!



Kebanyakan dari kita (waktu jadi siswa atau Mahasiswa)pasti ingin menghindarkan diri dari permasalahan perhitungan yang rumit, model matematika yang sulit. 
Kalaupun harus menghadapinya, kebanyakan ambil jalan pintas, baik “copy paste” dari temen yang rajin dan super jenius, ataupun menggunakan “software matematika / perhitungan” yang sudah dianggap mumpuni.

Bagi sebagian orang permodelan matematik dengan menggunakan excel merupakan hal yang paling popular dan familiar. Hanya saja dengan excel, kita harus benar benar memperhatikan dengan cermat tiap cell yang sudah kita masukkan perumusan dari model matematik yang diinginkan. Terkadang kesalahan, akibat beberapa cell yang saling berkorelasi terdapat kesalahan tulis yang mungkin kita lupa, ataupun kesalahan terhadap beberapa notasi yang berbeda antara yang kita maksud dan yang seharusnya tertulis.

Untuk itu, lewat tulisan ini, akan sedikit diperkenalkan software yang mungkin belum terlalu banyak diketahui kemudahannya. Software yang dimaksud adalah “MATHCAD”, 

Mathcad merupakan software yang menggabungkan kehandalannya dalam permodelan matematik yang dipermudah dengan visualisasinya, sehingga kesalahan yang mungkin bias ditemui menggunakan software lain dapat dihindari. Sederhananya, dengan tinggal menuliskan persamaan pada blank pagenya (seperti menulis dalam WORD’s) persamaan yang diinginkan, kemudian tinggal menekan tanda “=”, maka keluarlah jawabannya. Sehingga andaikata terdapat kesalahan tulis, langsung kita bias koreksi dan otomatis jawabannya juga langsung terkoreksi.

Saya pribadi mulai kenal dengan software ini, pada akhir tahun lalu, pada saat mengikuti pelatihan dari MSL New Zealand oleh Mark Fitzgerald.
Pada pelatihan tersebut terdapat beberapa persoalan matematik yang harus diselesaikan. Karena waktu yang terbatas, maka mulailah dia memperkenalkan mathcad untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Seperti terhipnotis, kami memperhatikan hal yang baru kami kenal tersebut. Mualai saat itu kami mempergunakan mathcad untuk persoalan, terutama berkaitan dengan model matematik yang ada. 



Jumat, 26 Juni 2009

WISATA INFORMASI

Fungsi rekreasi di perpustakaan umumnya berjalan dengan adanya berbagai bahan dan tempat penyaluran hobi baca yang sifatnya memberikan hiburan kepada para pengunjung perpustakaan. Padahal fungsi rekreasi itu dapat dikembangkan lebih luas lagi. Perpustakaan ibaratnya objek wisata, kedua-duanya dapat memberikan fungsi rekreasi kepada para pengunjungnya. Pengunjung perpustakaan di samping dapat mencari dan menemukan informasi yang diinginkannya, dapat pula menikmati rekreasi di perpustakaan. 


Dengan demikian para pengunjung dapat memperoleh hiburan, kesegaran jasmani dan rohani, serta kenangan yang menyenangkan di perpustakaan. Untuk mengembangkan fungsi rekreasi di perpustakaan dapat memodifikasi prinsip pengembangan pariwisata pada umumnya. Perpustakaan dapat mengembangkan tata letak, panorama, fasilitas umum, kenangan, dan pertunjukkan yang memberikan dampak rekreasi terhadap pengunjung perpustakaan.
Setiap pustakawan pasti hapal poin demi poin fungsi perpustakaan apapun jenisnya. Seperti diungkapkan oleh Basuki (1991) fungsi perpustakaan pada umumnya mencakup: 1) penyimpanan bahan pustaka, 2) pelayanan informasi, 3) rekreasi kultural, 4) pendidikan, dan 5) budaya. Bahkan sumber lain melengkapinya dengan fungsi penelitian. Dari deretan fungsi itu pada praktiknya hanya fungsi pendidikan, fungsi informasi, dan fungsi penelitian yang mendapatkan perhatian utama dari berbagai perpustakaan dan para ahli yang berkompeten. Karena memang fungsi-fungsi tersebut merupakan domein perpustakaan. Upaya pengembangannya tidak perlu dibahas lagi, semuanya sudah berjalan sesuai dengan perkembangan perpustakaan dan teknologi informasi secara mutakhir. Simak saja tulisan Darmono (2006) yang menyatakan bahwa, berbagai program untuk membedah gairah pemanfaatan informasi khususnya informasi tercetak telah banyak dicanangkan di Indonesia. Di antaranya ada hari aksara, bulan buku nasional, gerakan wakaf buku, hari kunjung perpustakaan, dan bulan gemar membaca. Semua program itu membuktikan betapa besarnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap fungsi informasi atau fungsi pendidikan di perpustakaan. 

Sementara fungsi lainnya seperti fungsi rekreasi kurang mendapatkan perhatian. Buktinya jarang ada tulisan, penelitian, proyek pengembangan, dan diskusi atau pertemuan ilmiah yang khusus membahasnya. Jadi wajar kalau ada kesan perpustakaan pada umumnya merupakan tempat belajar atau menekuni informasi pengetahuan secara serius. Perpustakaan seakan-akan jauh dari kesan memberikan hiburan kepada para pengunjungnya. Berbagai sumber hanya sebatas menjelaskan fungsi rekreasi dapat berjalan di perpustakaan dengan adanya koleksi bahan-bahan ringan seperti komik, majalah, surat kabar, dan bahan pandang dengar yang sifatnya dapat memberikan hiburan kepada masayarakat pemakai. Selain itu perpustakaan sering disebut-sebut pula menjadi sarana hiburan bagi orang yang hobi membaca buku. Inipun bersifat relatif, apa benar orang merasa terhibur dengan membaca? Kebenarannya masih perlu diuji melalui suatu penelitian empiris. Namun terlepas dari semua fakta yang ada, fungsi rekreasi di perpustakaan masih bisa dikembangkan yang lebih luas lagi. Perpustakaan ibaratnya objek wisata, kedua-duanya dapat memberikan fungsi rekreasi terhadap masyarakat yang menjadi pengunjungnya. Orang yang berkunjung ke perpustakaan dapat memperoleh hasil serupa dengan orang yang melakukan kunjungan wisata. Mereka sama-sama melakukan rekreasi untuk mendapatkan hiburan, kesegaran jasmani atau rohani, dan kenangan. Ketiga aspek itu dapat menjadi dasar pendekatan bagi pengembangan fungsi rekreasi di perpustakaan. 
Rekreasi pada hakekatnya merupakan salah satu tujuan utama dari pariwisata apapun jenisnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) disebutkan bahwa, pariwisata adalah aktivitas yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi. Rekreasi itu sendiri mencakup dua aspek, yaitu penyegaran kembali badan atau pikiran, dan mendapatkan hiburan. Jadi orang yang melakukan rekreasi akan mendapatkan hiburan, keadaan santai, dan kesenangan. 
Smith & Eadington (1996) mengungkapkan bahwa pariwisata ada lima jenis, yaitu: 1) pariwisata etnis, 2) pariwisata budaya, 3) pariwisata historis, 4) pariwisata lingkungan, dan 5) pariwisata rekreasi. Pariwisata yang satu berbeda dengan pariwisata lainnya berdasarkan objek wisata yang disuguhkannya. Berdasarkan pengelompokkan tersebut, fungsi rekreasi di perpustakaan mendekat ke arah pariwisata rekreasi. Untuk pengembangan fungsi rekreasi di perpustakaan dapat mengadaptasi prinsip-prnsip pengembangan pariwisata rekreasi. World Trade Organization menjelaskan pariwisata sebagai bentuk kegiatan wisatawan mengadakan perjalanan untuk hiburan atau rekreasi. Di dalamnya mencakup rencana perjalanan, saat di perjalanan, dan kegiatan serta kenang-kenangan di tempat tujuan perjalanan wisata. Jadi pariwisata meliputi semua aktivitas yang terjadi ketika wisatawan mengadakan perjalanan (Ardhana dan Rucianawati, 2002). Menurut Okposin (1999) pariwisata mempunyai empat aspek utama yang memperkuat peran industri, yaitu sebagai berikut: 
Atraksi yang meliputi pertunjukkan sumber daya alam, kebudayaan, entitas, dan hiburan. 
Fasilitas yang meliputi penginapan, restoran, pusat perbelanjaan, dan infrastruktur. 
Transportasi wisatawan dalam menuju dan kembali dari objek wisata 
Sikap dan keramahan dalam pelayanan. Menurut Okposin (1999) keempat aspek tersebut menjadi persoalan penting dalam pengembangan industri pariwisata. 



Keempat aspek tersebut menjadi persoalan penting dalam pengembangan industri pariwisata. Para professional yang bergerak di bidang pariwisata selalu berkembang dan menciptakan objek baru bagi kunjungan wisata (Sinclair and Stabler, 1991). Ini berarti perpustakaan harus menjadi objek wisata yang baru dalam deretan dunia pariwisata. Perpustakaan mempunyai fungsi rekreasi yang dapat menjadi tujuan utama pariwisata. 

Pengembangan Fungsi Rekreasi 
Pengembangan fungsi rekreasi di perpustakaan berarti melengkapi fungsi utama perpustakaan agar lebih menarik dan menghibur para pengunjungnya. Para pengunjung diharapkan tidak hanya gembira berhasil menggali informasi, tapi lebih jauh lagi mereka akan merasa nyaman, gembira, senang, terhibur, segar, dan mempunyai kenangan berkunjung ke perpustakaan. 
Semua itu dapat dilakukan melalui modifikasi pengembangan pariwisata rekreasi. Modifikasi yang dimaksudkan adalah mengambil dan merubah pokok-pokok pengembangan rekreasi pariwisata yang disesuaikan dengan substansi pelayanan perpustakaan. Perpustakaan tidak perlu memikirkan rencana perjalanan, saat di perjalanan, dan akomodasi bagi para pengunjungnya seperti yang diperlukan dalam perjalanan wisata pada umumnya. Pusat perhatian perpustakaan khusus ditujukan pada cara-cara pelayanan wisata informasi terhadap para pengunjung di lokasi perpustakaan. 



Senin, 25 Mei 2009

"Duel Maut" Pelajar seJabodetabek

(Minutes of Metrology Challenge! 2009)

Puslit KIM LIPI (Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, Metrologi LIPI) sebagai lembaga yang berkompetensi di bidang metrologi memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan pemahaman tentang metrologi ke berbagai lapisan masyarakat. Untuk menunjang kegiatan penyebarluasan informasi mengenai metrologi, maka Puslit KIM LIPI telah menyelenggarakan kegiatan ilmiah pada tanggal 20 Mei 2009 yang bernama Metrology Challenge! 2009, bertempat di Ruang Seminar Lt. 3 Puslit KIM-LIPI.

Kegiatan ini diikuti oleh 23 SMA dari wilayah Tangerang, Jakarta dan Depok yang masing-masing mengirimkan satu tim yang terdiri dari 3 orang siswa/siswi. Kegiatan Metrology Challenge! 2009 ini adalah kegiatan kedua setelah di tahun 2006, Puslit KIM LIPI menyelenggarakan kegiatan serupa yang ditujukan bagi siswa-siswi SMA se-Tangerang dan mendapat respon positif dari masyarakat.


Adapun tujuan dari kegiatan Metrology Challenge! 2009 ini diadakan adalah :

  1. Memberikan pemahaman ke siswa-siswi di SMA se-Jabodetabek tentang urgensi metrologi dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Memperluas dan menambah wawasan kemetrologian untuk siswa-siswi SMA se-Jabodetabek.
  3. Sebagai sarana untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi antara akademisi, industri dan peneliti, terutama dalam bidang metrologi dan kalibrasi.
  4. Kegiatan ini ditujukan untuk memperingati Hari Metrologi Dunia yang jatuh pada tanggal 20 Mei.

Kegiatan ini berisikan beberapa tahapan, antara lain:

Technical Meeting, untuk memberi gambaran kepada guru-guru tentang ketentuan-ketentuanumum lomba dan materi soal yang diperlombakan. Acara technical meeting ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2009 di Puslit KIM LIPI.


Tes tertulis, untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman siswa SMA tentang metrologi secara umum dan mereview beberapa topik yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran Fisika

Tes praktek menggunakan alat, untuk mengenalkan kepada siswa SMA tentang pengukuran dan hal-hal yang terkait dengan kebenaran dalam pengukuran.

Seminar singkat tentang metrologi, untuk memberi gambaran kepada audience (baik siswa SMA maupun guru-guru) tentang pentingnya metrologi dalam kehidupan sehari-hari

Presentasi produk dan kegiatan KIM LIPI, memberikan informasi kepada guru-guru tentang aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh KIM LIPI seperti pengadaan pelatihan, jasa kalibrasi, dan lain sebagainya.

Pemutaran film dan kunjungan laboratorium, untuk memberikan informasi tentang fasilitas dan kemampuan yang dimiliki oleh KIM LIPI.

Doorprice atau kuis tentang metrologi dan KIM LIPI.
Materi soal tes tertulis adalah metrologi, besaran dan satuan, soal kompetensi seperti suhu, dimensi, kelistrikan (rangkaian listrik), massa (gaya dan tekanan), radiofotometri (cahaya dan optik) dan akustik (bunyi).
Materi soal tes praktek adalah suhu (penggunaan termometer), kelistrikan (DVM), dimensi (jangka sorong), massa (timbangan elektronik) dan soal gabungan.

23 tim sekolah mengikuti tes tertulis yang berisi 60 soal dalam waktu 1 jam. 5 peserta dengan nilai tertinggi dan waktu penyelesaian soal lebih singkat memperoleh kesempatan untuk mengikuti tes praktek.

Pemenang lomba adalah peserta dengan jumlah skor tertinggi pada tes tertulis dan praktek.
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Lomba ini diikuti oleh 23 SMA yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Bogor dan Depok. Masing-masing sekolah mengirimkan maksimal 5 orang yang terdiri dari 3 orang siswa/i peserta lomba, guru pendamping dan kepala sekolah. Daftar SMA yang mengikuti lomba adalah sebagai berikut ini:

  1. SMAN 63 Jakarta
  2. SMAN 12 Jakarta
  3. SMAN 4 Depok
  4. SMAN 2 Tangerang
  5. SMAN 33 Jakarta
  6. SMA BI Madania Parung Bogor
  7. SMAN 75 Jakarta
  8. SMAN 5 Depok
  9. MAN Insan Cendekia Tangerang
  10. SMAN 47 Jakarta
  11. SMAN 1 Pamulang
  12. SMAN 6 Jakarta
  13. SMAN 1 Ciputat
  14. SMAN 9 Tangerang
  15. SMAN 1 Cisauk Tangerang
  16. SMAN 1 Serpong Tangerang
  17. SMAN 70 Jakarta
  18. SMAN 3 Tangerang
  19. SMAN 2 Cisauk Tangerang
  20. SMAN 29 Jakarta
  21. SMAN 35 Jakarta
  22. SMAN 24 Jakarta
  23. SMAN 6 Ciputat

Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Secara keseluruhan, acara lomba berlangsung tepat waktu dan seluruh mata acara dapat dilaksanakan sesuai alokasi waktu yang tersedia.

Secara umum pelaksanaan tes tertulis berjalan dengan lancar dan setiap peserta mampu menyelesaikan soal lebih baik dari alokasi waktu yang disediakan. Perolehan nilai setiap peserta juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Adapun 5 tim yang berhak mengikuti tes praktek adalah sebagai berikut :

1. SMAN 1 Cisauk Serpong Tangerang

2. MAN Insan Cendekia, Serpong

3. SMAN 47 Jakarta

4. SMAN 2 Tangerang

5. SMAN 3 Tangerang


Sedangkan pelaksanaan tes praktek juga tidak kalah menarik. Berdasarkan pemantauan panitia, setiap peserta memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal penggunaan alat. Nilai yang diperoleh oleh masing-masing peserta juga berada dalam rentang nilai yang saling berdekatan.

Pemenang lomba adalah peserta yang memiliki nilai tertinggi pada tes tertulis dan praktek. Berdasarkan keputusan dewan juri, peserta yang berhak memperoleh juara adalah sebagai berikut :

Juara 1 : MAN Insan Cendekia dengan total nilai 70,7

Juara 2 : SMAN 3 Tangerang dengan total nilai 68,3

Juara 3 : SMAN 2 Tangerang dengan total nilai 67,4

Adapun SMA 47 Jakarta dan SMAN 1 Cisauk Serpong Tangerang masing berada pada urutan 4 dan 5 dengan perolehan nilai 62,5 dan 60,7.

Masing masing juara berhak mendapatkan hadiah berupa :

Juara 1: uang senilai 4 juta rupiah, piala bergilir, piala tetap dan sertifikat

Juara 2: uang senilai 2,5 juta rupiah, piala tetap dan sertifikat

Juara 3: uang senilai 1,5 juta rupiah, piala tetap dan sertifikat

Juara 4 dan 5: souvernir menarik dan sertifikat


Seluruh peserta dan guru pendamping berhak mendapatkan sertifikat kegiatan.

Untuk selanjutnya informasi mengenai kegiatan ini akan kami sampaikan ke BIPM, sebuah biro internasional mengenai takaran dan timbangan yang bermarkas di Paris, Perancis, dalam rangka mensukseskan penyebarluasan informasi mengenai Hari Metrologi Dunia, yang jatuh setiap tanggal 20 Mei.

Peserta dan perwakilan guru-guru SMA menunjukkan sikap positif terhadap kegiatan yang disajikan dalam Metrology Challenge! 2009 ini. Hal ini dipandang relevan dan berguna untuk diterapkan dalam meningkatkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

Secara umum, peserta cukup terbuka dalam menilai tingkat kesulitan yang dihadapi ketika mengerjakan soal tes tertulis maupun praktek. Sehingga peserta masih membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang ilmu metrologi di masing-masing sekolah serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, panitia menilai bahwa acara semacam ini sangat memberi manfaat tidak hanya bagi siswa/i peserta lomba namun juga bagi para guru pendamping. Hal ini tercermin dari testimonial yang mereka sampaikan melalui momen acara kesan dan pesan selama kegiatan berlangsung. Bagitu pula dengan hasil investigasi terhadap lembar saran dan masukan acara yang panitia bagikan ke seluruh audience.

Selanjutnya, panitia berupaya untuk mendorong pimpinan Puslit KIM LIPI untuk dapat menjadikan ajang kegiatan ini terselenggarakan secara rutin setiap tahun. Sehingga harapan untuk membentuk generasi cerdas untuk metrologi Indonesia segera terbentuk. Mudah-mudahan dengan komitemen baik ini, kegiatan Metrology Challenge! 2009 dapat dijadikan wadah yang representatif untuk mendulang prestasi bagi generasi penerus bangsa demi terciptanya sebuah visi bersama yakni Indonesia bermartabat dengan metrologi yang handal.

Panitia Metrology Challenge! 2009 berkomitmen untuk menjadikan pertemuan dan ajang lomba ini sebagai wadah awal membangun komunikasi efektif dengan seluruh peserta lomba yang berasal dari SMA-SMA se-Jadebotabek. Komunikasi ini ingin terus kami rajut sehingga kedepan wadah ini dapat dijadikan cikal bakal pembentukan komunitas metrologi di kalangan siswa/i SMA. Oleh karena itu, bagi kami, mempertahankan relasi adalah suatu keharusan. Sehingga melalui ajang ini, kami memperkenalkan sebuah media komunikasi yang dapat dijadikan komunikasi antar panitia, sekolah, guru dan jajaran pimpinan Puslit KIM LIPI. Media itu kami tuangkan dalam sebuah website bernama http://mc2009.lipi.go.id

Melalui website ini, panitia memberikan segala informasi terkait dengan pelaksanaan lomba pada tanggal 20 Mei yang lalu, foto-foto kegiatan dan kumpulan soal tes tertulis dan praktek yang dapat digunakan pihak sekolah dan siswa/i mengenal lebih dalam tentang bidang metrologi. Serta hal-hal teknis tentang kebenaran sebuah pengukuran, yang informasi tersebut tidak dapat tersampaikan pada saat acara berlangsung dikarenakan keterbatasan waktu kegiatan. Hal lain yang tak kalah penting adalah informasi mengenai peliputan yang dilakukan oleh wartawan media dalam upaya membantu penyebarluasan kegiatan ini.

Mudah-mudahan media ini dapat berkiprah secara efektif, guna menciptakan tujuan besar yang telah kami usung dalam latar belakang kegiatan Metrology Challenge! 2009 kali ini.

Link berita:


http://korantempo.com/korantempo/koran/2009/05/22/Ilmu_dan_Teknologi/krn.20090522.165843.id.html

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/20/16352260/LIPI.Gelar.Metrology.Challenge.2009

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/20/21030936/quottawuran.metrologiquot.man.insan.cendekia.juara.satu.

http://beritapendidikan.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=1594

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/20/18020443/lima.sma.tawuran.di.metrology.challenge.2009

Rabu, 11 Maret 2009

Metrology Challenge!

Menantang Batas Kemampuan Anda!

Event Khusus Bagi Pelajar SMU se JABODETABEK,

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari sekolah masing masing atau langsung hubungi panitia atas nama ibu Eka atau ibu Rani (Puslit KIM LIPI)
Telp. 021 7560533 ext 3074, 3082
Email: metrology.challenge@yahoo.co.id
Web Site: www.kim.lipi.go.id

Selasa, 10 Februari 2009

VoIP-isasi

TALK is CHEAP!

3 bulan yang lalu tercetuslah konsep “Bimbel-OnLine” yang tertuangkan dalam sebuah BLOG “BBO” ini, yang bertujuan sebagai media pembelajaran, sharing knowledge, sharing problem and problem solving it self (maunya sih), maksud ini sudah tersirat dan tersurat pada posting perdana.


Semuanya dimulai dari NIAT untuk mempunyai koneksi internet, yah buat iseng ajang silaturahmi. Terbelilah sebuah HP bermodem, SMART, yang menurutku lumayan tak mengeruk kantong, kurang dari 300 rb include ongkos parkirnya. (sampai ada beberapa KORBAN yang TERPROVOKASI untuk ikutan membeli J). Alasan lainnya adalah paket data sebesar 2 G/bulan selama 6 bulan yang bisa dinikmati secara GRATIS! Masalah koneksi, sudah menjadi hal yang biasa bahwa konsumen selalu terbohongi dengan IKLAN IKLAN yang menggiurkan. Dari 230 kb/s yang diomongkan hanya 20% nya yang saya dapatkan (setelah saya cek disini)


Tapi saya tidak ingin meREVIEW atau Promosi modem tersebut, hanya ingin mengatakan bahwa, Technology have been develop and increase rapidly, so koneksi internet dengan mudah kamu dapatkan dan kamu akses KAPAN SAJA DAN DIMANA SAJA (NT advertisement).


Nah, beberapa hari yang lalu kudapatkan titik kulminasi, bosen chatting dengan temen temen. Males ngetiknya, banyak salah lagi. Akhirnya meluncur lagi buat nyari HeadSet murahan (lagi lagi alasannya KOCEK), buat nyoba VoIP lewat koneksi dirumah. Walhasil, saya ngobrol GRATIS dengan rekan yang lagi BELAJAR di KOREA sekitar 30 menit. Lancarrrrr. Muncullah ide, untuk mensuport BBO dengan VoIP, karena diketahui banyak kendala dan keterbatasan hubungan dan komunikasi dengan hanya menggunakan email atau sekedar chat, untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan solusinya.


TALK is CHEAP!

Intinya kali ini saya ingin memperkenalkan VoIP khususnya untuk wahana operasional BBO kedepan.


VoIP kependekan dari Voice over Internet Protocol


Secara singkat!, Teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi voice secara elektronis dan real-time, dengan mengubah Analog Audio Signal – yang biasa kita dengan sewaktu berbicara di telpon –menjadi data digital yang dapat ditransmisikan melalui internet. Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet.


Dengan syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain (Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara).


Komputer, Internet connection, HeadSet, dan Web cam adalah sarana utama untuk mengakses VoIP. Berikutnya akan lebih membawa suasana nyaman apabila disamping anda tersedia Coffee (TOMBO NGANTUUUK!!). Selain itu MOOD anda yang menjadi factor utama saat mengakses VoIP. Seperti saat membuat posting ini, suasana hati saya lagi cerah ceria.


Ulasan dan alasan menggunakan VoIP adalah, Jika lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar biaya pulsa internet saja, yang biasanya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI) YANG PALING MURAH (exaggerate!).


Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8 kbps bandwidth.


Kendala dari VoIP, biasanya berupa; Kualitas suara yang kurang jernih yang merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional (Namun jika koneksi berupa internet pita-lebar / broadband ,maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus). Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP


Potensi pemakaian riil adalah dimungkinkannya menerima panggilan VoIP dari luar, apakah melalui VoIP Rakyat atau VoIP provider di LN Skype atau YM.


Skype adalah salah satu software aplikasi komunikasi suara berbasis IP melalui internet antara sesama pengguna Skype. Pada saat menggunakan Skype maka pengguna Skype yang sedang online akan mencari pengguna Skype lainnya lalu mulai membangun jaringan untukmenemukan pengguna-pengguna lainnya. Skype memiliki berbagai macam feature yang dapat memudahkan penggunanya. Skype juga dilengkapi dengan SkypeOut dan SkypeIn yang memungkinkan pengguna Skype untuk berhubungan dengan pengguna telepon konvensional dan telepon genggam


Bagi yang sudah memakai YM atau Skype pasti bisa memahami, bila kita hanya melakukan komunikasi suara ke antar YM atau pemilik account Skype tentu gratis. Tetapi kalau melakukan panggilan ke nomor PSTN atau HP akan dikenakan biaya.


LHA KOK PUANJANG banget ngomongnya?

Singkat cerita, postingan kali ini hanya merupakan WarTek (Warta Teknologi), yang mungkin belum termanfaatkan secara MAKSIMAL.

Tunggu apa lagi,

UpGrades Chat and Mail becomes VoIP.

BBO Goes to VoIP, silahkan mampir di BBO using VoIP.


FYI:

Hal lain yang perlu diketahui adalah, kalau memakai Skype, berarti kita bicara dengan teman yang mungkin berada di gedung sebelah tetapi via Amerika...;-(.

Nah lain lagi dengan menggunakan VoIP Rakyat, HIDUP INDONESIA!

Jumat, 06 Februari 2009

BELAJAR BAHASA KOREA

Learn Korean Language - Hangul

Pertama kali mengenal KOREA adalah dari “ TAE KWON DO” - seni bela diri negara ini yang sangat terkenal.


Tapi merasa mengenal lebih dekat lagi adalah berawal dari ”keisengan” mengikuti DRAMA seri korea di televisi ”Dea Jang Geum – Jewel in the Palace” . Ceritanya mengenai seorang wanita yang dari kecil sudah diGEMBLENG ILMU memasak untuk dijadikan KOKI khusus RAJA. Kehandalannya tidak diragukan lagi, sampai bisa menggambarkan cita rasa sebuah masakan (jadi inget BORN TO COOK :)). Tapi dasar drama, perjalanan hidupnya tidak semulus yang diharapkan, sampai akhirnya .... aku tersadar, tujuanku bukan untuk meREVIEW cerita ini...


dengan dae jang geum famous soudtrack nya

Lebih seneng lagi waktu mendapat kesempatan untuk mengikuti TRAINING tentang PRESSURE METROLOGY di KRISS – Korean Research Institute of Standards and Science. Bisa menikmati suasana ketimuran yang lain dari yang biasa aku dapati, dengan sapaan hangatnya – Anyong Haseyo. Etos kerja yang tinggi, disiplin yang tinggi dan yang jelas GAJI yang tinggi.... Yang jelas saat ini KOREA menjadi salah satu negara yang patut diperhitungkan di wilayah ASIA, baik itu dari Teknologinya ataupun Perekonomiannya. Lihat aja dipostingan sebelumnya, negara ini sempat jadi target Indonesia untuk disaingi! Tapi saya rasa sekarang keadaan sudah berbeda. Padahal dulu INDONESIA yang terkenal sebagai MACAN ASIA.


Sejak saat itu aku sangat termotivasi untuk mempelajari BAHASA KOREA, sapa tau aja suatu hari dapat KESEMPATAN BELAJAR GRATIS DI KOREA, pasti lebih seneng lagi. Tapi dasar, karena suatu alasan dan atau lainnya – kata halus dari MALES, pelajaran secara formal tidak bisa dijalani. Akhirnya iseng deh browsing cari diinternet.

Nah makanya sapa aja yang tertarik buat belajar bahasa KOREA ini ada beberapa link yang bisa ditelusuri:
1. Step by steps
2. 2 languages
3. Tutorial clips
4. Jika ada yang tau link lain, isikan dikomentar, nanti saya tampilkan untuk kebutuhan sharing